Dosen UNS Bimbing Warga Randualas Mengolah Produk Cokelat

Dosen Program Studi Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian UNS dan Dosen D2 Teknologi Hasil Pertanian PDD UNS Madiun melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi kepada warga desa Randualas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Bertempat di Balai Desa Randualas, acara sosialisasi kepada warga diisi dengan materi pasca panen dan pengolahan cokelat oleh pakar cokelat UNS, Dimas Rahadian Aji Muhammad Ph.D dan materi cara pemasaran cokelat oleh Bara Yudistira M.Sc.

Tim Pengabdian UNS ini terdiri dari Achmad Ridwan Ariyantoro, Ph.D selaku Ketua Tim Pengabdian dan anggota pengabdi yaitu Dr. Choirul Anam, Ir. Kawiji, MP dan Prof Slamet Minardi serta dibantu oleh dosen D2 THP PDD UNS Madiun. Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdi, Achmad Ridwan Ariyantoro, Ph.D mengutarakan bahwa program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Randualas terkait bagaimana cara mengolah biji cokelat menjadi produk pangan serta bagaimana cara memasarkan produk cokelat tersebut. Disamping itu, dengan program pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat desa Randualas. Selain itu, menurut anggota pengabdi lainnya, Dr. Choirul Anam mengatakan bahwa program ini dilaksanakan untuk lebih mengoptimalkan komoditi cokelat Madiun agar memiliki nilai tambah secara ekonomi sehingga dapat dijadikan produk unggulan desa Randualas, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilanjutkan dengan mengundang perwakilan kelompok tani Desa Randualas untuk melakukan praktek produksi langsung di Kampus PDD UNS Madiun di Mejayan.

Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan UNS Perkenalkan Telur Asin Rendah Sodium di Desa Pojok, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar.

Pengabdian kepada masyarakat merupakan dharma ketiga dalam tridharma perguruan tinggi, selain pendidikan dan pengajaran serta penelitian. Sesuai dengan tridharma tersebut, sivitas akademika diperguruan tinggi diharapkan tidak hanya berkutat dengan tantangan aktivitas pembelajaran dan penelitian di lingkungan kampus saja, namun juga harus hadir untuk menjadi solusi atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Program studi Ilmu Teknologi Pangan (ITP) UNS, melalui grup riset prodi, aktif terjun ke kelompok masyarakat, baik itu kelompok pelaku ekonomi aktif (usaha mikro kecil menengah/UMKM), maupun kelompok kerja (pokja) yang terdapat di daerah atau pedesaan. Kegiatan yang biasa dilakukan antara lain penyuluhan, pembinaan maupun pelatihan yang diharapkan dapat memberikan dampak peningkatan kesejahteraan masyarakat tersebut.

Salah satu tim pengabdian ITP-UNS yang diketuai oleh Dr. Setyaningrum Ariviani, S.T.P., M.Sc., memilih topik telur asin rendah sodium sebagai materi yang perlu disosialisasikan ke masyarakat. Produk inovasi ini mempunyai kualitas sensori (warna, rasa, aroma dan tekstur) yang lebih baik dibandingkan dengan telur asin konvensional. Tidak hanya itu, produk ini merupakan solusi untuk penggemar telur asin yang mengkuatirkan resiko hipertensi produk telur asin konvensional karena rendah sodium. Dengan kata lain, selain memberikan alternatif produk pangan yang sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat telur asin rendah sodium juga potensial untuk menciptakan pasar baru melalui diversifikasi produk.

Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata di periode Agustus-September, Ketua Tim Telur Asin (salah satu pemenang hibah PKM DIKTI) mensosialisasikan produk inovasi ini ke Desa Pojok, kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini mengajarkan kepada peserta bagaimana cara mengolah telur asin sehingga dapat lebih tahan lama dan menjadi sesuatu yang lebih bernilai, memberikan keuntungan, dan manfaat. Penyuluhan dilakukan kepada kepada ibu-ibu PKK desa Pojok. Dengan cukup berlimpahnya ketersediaan telur ini di desa Pojok, pelatihan ini diharapkan dapat menginspirasi kelompok PKK Desa pojok untuk berwirausaha melalui produksi telur asin rendah sodium ini.

Alumni ITP FP UNS Kembangkan Sayuran Bebas Pestisida

WhatsApp Image 2019-07-24 at 10.52.40

Perkembangan zaman yang semakin cepat dan instan memberikan dampak yang terhadap kehidupan manusia. Hal ini menuntut manusia untuk hidup sehat, salah satu aspek yang mempengaruhi kesehatan yaitu dengan pemenuhan pangan yang sehat pula. Trend makanan sehat salah satu yaitu dengan pemenuhan bahan pangan bebas pestisida. Hal ini yang dilihat oleh alumni ITP FP UNS sebagai peluang usaha yaitu Anggi Bitho.

Usaha sayuran bebas pestisida telah dijalankannya dalam 1 tahun terkahir dengan komoditas utama yaitu sawi, bayam, kangkung, seledri, selada dan mint. Hasil produksi dijual dengan beberapa mitra seperti pondok pesantren dan pada event-event tertentu serta dapat juga dibeli langsung ke tempat usaha. Dibawah bimbingan bapak Bara Yudhistira S.TP.,M.Sc usaha tersebut akan didorong untuk lebih digaungkan khususnya di wilayah Solo Raya. Hal tersebut bertujuan untuk dapat lebih mengembangkan pemberdayaan petani sayuran bebas pestisida.

Rencana yang akan dikembangkan yaitu produksi olahan berbasis sayur sehingga usaha tersebut dapat berjalan dari hulu ke hilir.

 

HMTIP ITI Serpong Kunjungi HIMAGHITA

WhatsApp Image 2019-07-23 at 14.43.54 WhatsApp Image 2019-07-23 at 14.43.55

 

Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Pertanian (HMTIP) Institut Teknologi Indonesia (ITI) adakan kunjungan ke Himaghita ITP UNS. Kunjungan didampingi oleh bapak Syahril Maqosim dan sekitar 20 orang mahasiswa 2016 TIP ITI Serpong.

Acara tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmin antara HMTIP dan Himaghita sehingga dapat menjadi landasan untuk pengembangan jejaring kemahasiswaan.

 

 

Mahasiswa Pertanian UNS Luncurkan Buku Bisnis Jajanan Es

Bara Yudhistira

Salah satu tim PKMK (Program Kreatifitas Mahasiswa) Universitas Sebelas Maret (UNS) meluncurkan buku terkait dengan pengembangan dan bisnis jajanan es.  Buku tersebut berjudul “Prespektif Mutu dan Evaluasi Bisnis Jajanan Es”. Hal tersebut dilakukan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada masyarakat mengenai peluang bisnis jajanan es. Bertempat di ruang Sidang Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNS ketua PKMK Zenita Mulya Astuti menyampaikan bahwa buku ini disusun bersama 4 anggota lainnya yaitu Anindya Nusara Abdi, Cisya Vidya Anggraini, Viska Wandhira Wimarnaya, dan Nurul Fadhilah. Latar belakang penyusunan buku atas keprihatinan tim terkait maraknya jajanan es yang belum sesuai dengan standar keamanan dan kesehatan. Dibawah arahan dosen pembimbing Bara Yudhistira, S.TP., M.Sc buku ini diharapkan mampu menjadi panduan bagi masyarakat baik dari segi standar bahan, teknis pengolahan maupun evaluasi dalam pengolahan jajanan es khususnya terkait jajanan es gabus.

Tim PKMK es gabus ini merupakan gabungan dari mahasiswa program studi Ilmu Teknologi Pangan (ITP) dan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dalam buku dengan tebal 66 halaman memuat terkait proses produksi es gabus dari mulai penyiapan bahan sampai dengan proses pengemasan, bahkan ditambahkan pula terkait dengan aspek Good Manufacturing Practise (GMP) serta evaluasi bisnis. Terkait dengan Good Manufacturing Practise (GMP) merupakan hal yang sangat ditekankan dalam buku ini, hal tersebut dilatarbelakangi karena masih banyaknya jajanan khususnya jajanan es yang diproduksi secara tidak higienis. Selain itu penerbitan buku ini dilakukan dalam rangka untuk melengkapi publikasi jurnal ilmiah yang relatif lebih ringkas, sehingga buku ini menjelaskan lebih mendetail. Harapan dari tim PKMK Es Gabus buku tersebut mampu menjadi acuan dalam proses produksi dan pengembangan bisnis es gabus bagi masyarakat terutama untuk memproduksi produk es yang sesuai dengan standar keamanan pangan (food safety).

Pengembangan Jajanan Es Berbasis Sayur oleh Mahasiswa

PKMK-ES-GABUS-2019-page0001

Produk olahan es merupakan produk yang cukup digemari oleh anak-anak sebagai jajanan. Akan tetapi, jajanan es yang ada dipasaran umumnya menggunakan perasa sintetik untuk menghasilkan rasa dan aroma tertentu. Melihat hal tersebut mahasiswa Program Studi Ilmu Teknologi Pangan (ITP) dan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK)  pendanaan tahun 2019 telah mengembangkan produk es gabus dengan menggunakan bahan sayuran yaitu wortel, sawi, dan ubi ungu. Gagasan pengembangan es gabus sayur tersebut dilakukan oleh 5 mahasiswa :  Zenita Mulya Astuti, Anindya Nusara Abdi, Cisya Vidya Anggraini, Viska Wandhira Wimarnaya, dan Nurul Fadhilah dibawah bimbingan dosen pembimbing Bara Yudhistira, S.TP.,M.Sc.

Bara Yudhistira mengemukakan  “Pengembangan es gabus sayur dilaksanakan dalam rangka diversifikasi sayur menjadi produk olahan lain yang tentu memiliki kandungan gizi yang tidak jauh berbeda dengan bahan segarnya. Disisi lain hal tersebut bertujuan untuk memanfaatkan bahan pertanian yang cenderung mudah rusak (fersihable) sehingga komoditas pertanian akan termanfaatkan secara maksimal”.

“Penggunaan komoditas lokal diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomis sayur lokal serta sebagai upaya pemberdayaan petani lokal. Sayuran yang menjadi bahan pokok untuk pembuatan es gabus ini disuplai dari petani di daerah Tawangmangu Karanganyar”.

“Seperti kita ketahui Tawangmangu merupakan sentra sayur mayur yang memasok kebutuhan sayur di Kota Surakarta dan sekitarnya”.

“Produksi es gabus sayur ini diharapkan dapat memberikan alternatif jajanan yang sehat dan bergizi bagi masyarakat dikarenakan menggunakan sayuran segar tanpa menggunakan perasa sintetis”.

“Pengembangan es gabus sayur ini diharapkan mampu dilaksanakan secara berkelanjutan dan mampu membawa tim PKMK ini lolos ke PIMNAS yang akan dilaksanakan di Universitas Udayana Bali tahun 2019 ini”, demikian ditambahkan dosen Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian UNS.

Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan UNS Mendukung Pengembangan Ekonomi Kreatif

Dalam rangka KKN (Kuliah Kerja Nyata) mahasiswa UNS, Prodi Ilmu Teknologi Pangan UNS memberikan penyuluhan terkait pengembangan makanan tradisional karak untuk menyambut perkembangan ekonomi kreatif. Acara tersebut diselenggarakan di Balai Desa Pajang, Laweyan Solo pada tanggal 20 Pebruari 2019.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu PKK kelurahan Pajang Laweyan Solo.

Sinkronisasi Borang Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan FP UNS

WhatsApp Image 2018-12-13 at 18.07.44

Dalam rangka persiapan percepatan akreditasi BAN-PT Prodi Teknologi Pangan FP UNS, Jumat 14  Desember 2018 Fakultas Pertanian memfasilitasi proses sinkronisasi borang. Hal ini dimaksudkan untuk menyelaraskan semua data yang ada. Dalam sambutannya Dekan Fakultas Pertanian UNS berharap kegiatan ini dapat dimaksimalkan untuk meraih target akreditasi Prodi Teknologi Pangan mendapatkan A.

Acara ini diikuti oleh seluruh pimpinan fakultas dan bagian terkait serta seluruh dosen dari Prodi Teknologi Pangan, acara dilakukan dengan pemaparan masing-masing standar untuk dilakukan review.

Prodi Teknologi Pangan FP UNS Apresiasi Pengembangan Ubi Jalar Karanganyar

Batik Telo BDS 001

Batik Telo BDS 001

Prodi Teknologi Pangan FP UNS sangat mengapresiasi Pemerintah Daerah yang mengembangkan sumber daya lokal secara konsisten. Salah satu kabupaten yang cukup konsisten dalam mengembangkan potensi lokal daerah adalah Kabupaten Karanganyar. Pemda tersebut telah mengembangkan ubi jalar sebagai salah satu komoditas andalan dan menjadi ciri khas Kabupaten tersebut.

Dalam hal ini Prodi Teknologi Pangan FP UNS juga sudah lama melakukan penelitian dan pengembangan produk berbasis ubi jalar, untuk lebih memasyarakatkan dan transfer ilmu dan teknologi dengan media yang dapat diterima masyarakat Prodi Teknologi Pangan FP UNS membuat buku pedoman terkait ubi jalar dari budidaya on farm sampai dengan proses pengolahan pangan jadi.

Batik Telo BDS 001

Batik Telo BDS 001

Hal ini untuk menindaklanjuti perkembangan dalam pengolahan pangan berbasis ubi jalar. Selain itu juga Prodi Teknologi Pangan FP UNS mengembangkan Batik Telo BDS 001 sebagai salah satu media promosi agar ubi jalar ini menjadi objek motif batik khas Karangnayar. Harapan dengan pembuatan batik ini juga untuk mengimplementasikan visi UNS yaitu Menjadi pusat pengembangan ilmu, teknologi, dan seni yang unggul di tingkat internasional dengan berlandaskan pada nilai-nilai luhur budaya nasional. Dimana Batik merupakan salah satu budaya nasional yang terus dikembangkan sampai dengan saat ini.

 

Training ISO 22000 Prodi ITP FP UNS

Bara Yudhistira

Prodi ITP UNS melaksanakan training ISO 22000 pada tanggal 1-2 Desember 2018, hal tersebut dalam rangka menyiapkan lulusan yang kompeten untuk menghadapi perkembangan dalam bidang pengolahan pangan.

Training tersebut diikuti oleh peserta dari beberapa kampus, industri, alumni serta mahasiswa ITP UNS.