Prodi Ilmu Teknologi Pangan UNS Dorong Pengembangan UMKM Produsen Sambel Pecel di Sukoharjo
Kamis, 00 0000 12:32:10 WIB - 183 View

Prodi Ilmu Teknologi Pangan UNS Dorong Pengembangan UMKM Produsen Sambel Pecel di Sukoharjo

Prodi Ilmu Teknologi Pangan atau yang dikenal dengan Prodi ITP melalui grup riset Food and Product Development melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo dengan tema kegiatan “Pendampimgan UMKM Sambel Pecel untuk Naik Kelas melalui Introduksi TTG pada Produksi dan Pengemasan”. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan sejak awal tahun 2022 hingga bulan Juli 2022. “Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermula dari permasalahan di UMKM Mbak Nur yang memproduksi sambel pecel, terutama pada proses produksi yang masih mengandung minyak yang cukup tinggi dan pengemasan yang masih relatif sederhana. Dari permasalahan tersebut UMKM Mbak Nur dan grup riset Food and Product Development membuat proposal bersama untuk diajukan ke LPPM UNS, dan alhamdulillah proposal kami diterima dan didanai oleh UNS”, ungkap Dr. Setyaningrum Ariviani sebagai ketua grup riset Food and Product Development. 

Dalam kegiatan ini beberapa materi yang disampaikan antara lain cara produksi pangan olahan yang baik, karakteristik bahan dan proses, dasar-dasar pengemasan serta pemasaran.  “Pengetahuan mengenai bahan baku sangat penting sebab kualitas bahan baku sangat berpengaruh terhadap kualitas produk yang dihasilkan”, terang Windi Atmaka, M.P. di dalam salah satu sesi materi yang diberikan.  Selain memberikan materi secara teoritis, tim pengabdian masyarakat dari Prodi ITP juga memberikan secara praktek langsung serta memberikan bantuan berupa peralatan produksi teknologi tepat guna. Beberapa peralatan yang diterapkembangkan kepada mitra pengabdian antara lain chopper, sealer dan spinner. Tri Nurhayati mengungkapkan bahwa bantuan peralatan tersebut sangat bermannfaat bagi UMKM yang dikelolanya. “Dengan adanya chopper, maka terjadi peningkatan kapasitas dan produk menjadi lebih homogen, sedangkan spinner bermanfaat untuk mengurangi kadar minyak dalam produknya. “Adanya sealer juga mempermudah proses pengemasan di UMKM kami”, tambah Tri Nurhayati. 

Hasil pengabdian masyarakat ini berdampak signifikan terhadap kemajuan UMKM Sambel Pecel Mbak Nur. Beberapa indikator yang tampak antara lain peningkatan kualitas produk, dan perpanjangan umur simpan. “Selain itu UMKM Mbak Nur yang tadinya belum mempunyai PIRT, saat ini sudah mempunyai nomor PIRT, dan juga terdapat sejumlah  titik pemasaran baru di beberapa toko oleh-oleh di sekitar Sukoharjo”, ungkap Siswanti, S.TP., M.Sc. sebagai koordinator dari kegiatan pengabdian masyarakat ini. Para pengelola UMKM Sambel Pecel Mbak Nur sangat berharap pendampingan dari Prodi ITP UNS ini dapat terus dilakukan sebab selain berdampak pada kualitas produk dan kapasitas produksi, kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil membuka jejaring baru untuk pemasaran yang diharapkan semakin berkembang ke depannya. Sejalan dengan harapan UMKM, Riset Grup Food Prodcut Development selalu terbuka dan berkomitmen untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh UMKM pangan, termasuk UMKM Sambel Pecel Mbak Nur ini.