Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Wunut melalui penganekaragaman olahan Produk Ikan Air Tawar
Sabtu, 01 Des 2018 13:11:39 WIB - 195 View

Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Wunut melalui penganekaragaman olahan Produk Ikan Air Tawar

Desa Wunut Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten memiliki potensi budidaya ikan air tawar yang bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakatnya. Desa ini merupakan salah satu desa tujuan wisata pemancingan di Kabupaten Klaten sehingga sebagian besar warga Desa Wunut hidup dari usaha pemancingan dan budidaya ikan air tawar. Produksi ikan di Wunut rata-rata mencapai 60 ton per bulan yang terdiri dari Lele dan Nila. Produksi ikan yang cukup tinggi belum diimbangi dengan proses pengolahan ikan air tawar tersebut menjadi produk olahan yang siap dikonsumsi untuk menambah nilai ekonomis hasil ikan air tawar. Integrasi potensi lokal (ikan air tawar) dan sumber daya manusia (SDM) yang ada sangat diperlukan di Desa Wunut untuk menunjang program desa minawisata desa Wunut. Produksi ikan tawar yang cukup tinggi harus diimbangi dengan peningkatan keterampilan SDM dalam pengolahan pangan dan pemasaran produk. Di Desa Wunut sudah terbentuk  kelompok wanita tani yaitu Kelompok Wanita Tani Dahlia dan Kelompok Wanita Tani Melati yang memiliki anggota masing-masing 25 orang.

Tim pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan pelatihan pengolahan produk olahan ikan air tawar salah satunya adalah bakso lele kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Wunut. Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistiyo Setiawan sangat mendukung program ini karena hal ini sejalan dengan program Desa Wunut dalam upaya menjadikan Desa Wunut menjadi Desa Wisata Air. Pada tahun 2017, melalui dana desa, BUM Desa Wunut telah membangun tempat wisata Umbul Pelem melalui dana desa dan mulai beroperasi pada Mei 2018. Dengan pelatihan pengolahan produk ikan air tawar seperti lele dan nila diharapkan KWT Wunut dapat melakukan produksi bakso atau nugget ikan yang dapat dijual di Umbul Pelem tersebut.

Pada program ini, Tim pengabdian UNS juga memberikan pelatihan mengenai cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) dan teknik pengemasan vakum pada produk bakso lele sehingga diharapkan anggota KWT Wunut dapat melakukan produksi bakso lele dengan kualitas seragam dana man dikonsumsi. Produk bakso lele tersebut diluncurkan dengan nama “Balenut” dan diharapkan menjadi salah satu oleh-oleh khas Desa Wunut.