Inovasi Telur Asin Rendah Sodium oleh Dosen Prodi ITP UNS
Jumat, 05 Feb 2021 18:42:45 WIB - 151 View

Inovasi Telur Asin Rendah Sodium oleh Dosen Prodi ITP UNS

Dalam rangka kegiatan pengabdian masyarakat, tim dosen Prodi ITP UNS yang terdiri dari Dr. Setyaningrum Ariviani, S.T.P., M.Sc, Dwi Ishartani, S.TP, M.Si , dan Gusti Fauza, ST, MT, Ph.D bersama dengan sejumlah mahasiswa membuat inovasi produk telur itik asin rendah sodium. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai fungsional produk telur asin yang beredar di masyarakat dan dapat dikonsumsi oleh penderita hipertensi.
Perbedaan telur asin rendah sodium dengan produk sejenis lainnya, yaitu pada proses penggaramannya. Pertama, garam sodium (NaCl) diganti dengan kalium (KCl). Berbeda dengan NaCl, konsumsi KCl diketahui mampu menurunkan tekanan darah sitosolik pada hewan coba tikus. Dengan demikian, kandungan garam pada telur asin ini tidak memicu hipertensi dan risiko stroke. Kedua, penambahan ekstrak daun jati pada proses penggaraman untuk meningkatkan cita rasa telur asin. Dr Setyaningrum Ariviani menjelaskan bahwa penggunaan garam potasium (KCl) menurunkan kualitas sensoris (warna, rasa, aroma, dan tekstur) telur asin, sehingga untuk memperbaikinya digunakan ekstrak daun jati dalam adonan pengasinnya. Ketiga, adanya proses pengovenan pada suhu 100oC selama 30 menit. Proses tersebut terbukti dapat menghasilkan telur asin rendah sodium dengan karakteristik sensori terbaik. Selain itu, pengovenan juga berperan dalam memperpanjang umur simpan telur asin sampai dengan 12 hari. Keempat, pemilihan itik yang dipelihara dengan sistem angon atau gembala, di mana pakannya berasal dari pakan buatan dan pakan yang diperoleh saat angon. Telur itik intensif memiliki kelebihan, yaitu mampu menghasilkan telur dalam jumlah lebih banyak dibanding itik sistem pemeliharaan semi-intensif, sehingga harga telurnya relatif lebih murah. 

 

Sumber:
uns.ac.id            


Video Terkait :