ICFSE 2020: Pakar dari 6 Negara Tekankan Kolaborasi untuk Capai SDGs
Kamis, 01 Okt 2020 10:31:26 WIB - 352 View

ICFSE 2020: Pakar dari 6 Negara Tekankan Kolaborasi untuk Capai SDGs

Konferensi internasional dua tahunan, International Conference on Food Science and Engineering (ICFSE) kembali diadakan oleh Fakultas Pertanian, khususnya Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan UNS pada tanggal 29-30 September 2020. Kegiatan ini adalah yang ke tiga kalinya sejak pertama kali diadakan pada tahun 2016, dan yang ke dua di tahun 2018. Berbeda dari format sebelumnya, ICFSE tahun ini diadakan secara daring melalui platform zoom meeting. Sebagai chairman dari ICFSE 2020, Muhammad Zukhrufuz Zaman, Ph.D menilai pemilihan format tersebut sebagai langkah yang tepat mengingat situasi pandemi global Covid-19 masih belum reda. Pada tahun ini, kegiatan ICFSE 2020 mengusung tema “Strengthening Collaborative Frameworks in For Innovations in Food Science and Engineering: Contribution to Sustainable Development Goals”. Tema ini diangkat sebagai respon terhadap masih tingginya angka kekurangan pangan dan malnutrisi di dunia. Menurut data PBB tahun 2019, jumlah manusia yang mengalami kekurangan asupan pangan dan nutrisi mencapai kurang lebih 690 juta jiwa. Angka ini diperkirakan akan bertambah sebanyak 100 juta jiwa di tahun 2020 sebagai dampak dari Covid-19. Persoalan ini perlu diatasi dengan studi dan inovasi kolaboratif dari semua pihak, termasuk akademisi, peneliti, pemerintah, dan swasta. 
Meskipun diadakan secara daring, ICFSE 2020 disambut antusias ilmuwan dan peneliti baik di dalam maupun luar negeri. Pada acara ini, Prof. Dr. Ir. Umar Santoso, M.Sc. yang merupakan ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) hadir sebagai keynote speaker membawakan topik “Enhancing collaborative frameworks among university, industry, and government for innovations in food science and technology: a perspective from the Indonesian association of food technologist”. Sebagai pembicara di plenary session, hadir Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. bersama 5 pakar internasional, yaitu Prof. Hitoshi Sirakawa dari Tohoku University, Jepang, Dr. Sangeeta Prakash dari University of Queensland, Australia, Prof. Takahisa Nishizu dari Gifu University, Jepang, Dr. Jirawat Yongsawatdigul dari Suranaree University of Technology, Thailand, dan Prof.Dr.Ir. Mieke Uyttendaele dari Ghent University. Sedangkan pada parallel session ICFSE, sebanyak 123 akademisi dan peneliti dari dalam dan luar negeri mempresentasikan hasil penelitian mereka. Artikel-artikel ilmiah yang dipresentasikan selanjutnya akan melalui proses peer review dan berpeluang untuk dipublikaiskan di Jurnal Food Research (jurnal terindeks Scopus), IOP Conference Series: Material Science and Engineering (Prosiding terindeks Scopus), atau Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture (Jurnal terindeks DOAJ dan terakreditasi Sinta 2). Menurut Danar Prasetiangga, PhD selaku steering committee dari ICFSE 2020 sekaligus Ketua Program Studi ITP, konferensi ICFSE yang ke-3 ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi UNS dan Prodi ITP dengan universitas-universitas di luar negeri serta meningkatkan kuantitas publikasi terindeks Scopus dari civitas akademik UNS. 


Video Terkait :